ikan patin

Cara Budidaya Ikan Patin untuk Pemula

Cara budidaya ikan patin yang tepat sangat diperlukan oleh para peternak ikan, terlebih lagi ikan patin merupakan salah satu ikan yang paling umum diternakkan. Terlebih lagi ikan patin juga merupakan salah satu ikan konsumsi yang banyak digemari masyarakat Indonesia.

Para peternak ikan biasanya sudah lihai dan ahli dalam masalah budidaya, bagi yang masih awam untuk pengelolaan dan budidayanya akan sama sama kita bahas disini, jadi silahkan disimak sampai habis ya!!!

 

Ikan Patin

ikan patin

Ikan patin merupakan salah satu jenis ikan konsumsi air tawar seperti apa yang tadi sudah disebutkan diatas, ikan konsumsi ini juga sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Ikan patin ini merupakan kelompok ikan berkumis yang mudah dibudidayakan dalam berbagai jenis kolam.

Ikan patin ini memiliki daging yang enak dan gurih, maka dari itu tak heran jika ikan patin dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan. Budidaya ikan patin yang ada di Indonesia kebanyakan adalah jenis ikan patin siam atau biasanya disebut dengan pangasius hypophthalmus.

 

Budidaya Ikan Patin

Seperti yang kita tau jenis ikan yang dibudidaya tidak hanya ikan patin, namun dengan membudidayakan ikan patin akan memiliki peluang besar untuk ekspor. Lebih menunjang dan menguntungkan lagi karena peningkatan prospek budidayanya yang tergolong bagus.

Dalam segi permintaan saat ini juga sangat melonjak besar karena kualitas ikan patin yang sangat bagus untuk kedepannya. Untuk itu maka budidaya yang dilakukan tidak boleh asal terlebih lagi untuk skala ekspor, langkah budidayanya kurang lebih seperti ini:

  1. Pembenihan
  2. Pembesaran
  3. Pengolahan Pasca Panen

 

Cara Budidaya Ikan Patin Di Kolam Terpal

cara budidaya ikan patin

Berikut merupakan cara budidaya ikan patin yang dilakukan di kolam terpal yang dapat pula kamu terapkan di peternakan ikan. Seperti berikut :

1. Kebutuhan Lokasi Budidaya Ikan Patin

Pada lokasi budidaya ikan patin harus bisa memenuhi beberapa syarat utama, seperti :

  • Lokasinya tidak terletak didaerah yang tercemar
  • Sudah mengantongi ijin resmi dari desa atau instansi terkait
  • Sumber air tidak terletak di lahan pertanian yang banyak menggunakan pestisida
  • Lokasi mudah dijangkau
  • Aman dari gangguan manusia dan hewan
  • Lokasi tidak terletak didaerah yang rawan banjir

2. Perhatikan Kualitas Air yang Sesuai untuk Ikan Patin

Selain membutuhkan lokasi yang tepat kualitas dari air yang digunakan juga harus baik. Berikut beberapa indikator yang harus sesuai :

  • Memiliki suhu sekitar 27-32 derajat celcius
  • Memiliki pH air sekitar 6,5-8,5
  • Oksigen yang larut harus lebih dari 3
  • Memiliki kandungan amoniak(NH3) kurang dari 0,01
  • Kandungan Nitrit (NO2) kurang dari 1
  • Memiliki kecerahan air yang tampak lebih dari 25cm

3. Perhatikan Persiapan Kolam Terpal Budidaya Ikan Patin

Dalam pembudidayaan ikan kolam menjadi salah satu hal utama. Berikut merupakan panduan untuk mempersiapkan budidaya ikan patin di kolam terpal :

  • Siapkan kolam terpal dengan kualitas aman dan baik (tidak bocor)
  • Setelah memilih kolam, kamu bisa siapkan air kolam yang sesuai dengan mengikuti indikator yang ada.

4. Penyediaan Bibit Ikan Patin

Penyediaan bibit ikan patin juga harus berkualitas, karena ini juga merupakan salah satu hal yang penting dalam usaha ternak ikan patin. Berikut ini adalah beberapa panduan untuk memilih bibit ikan patin yang bagus :

  • Pilih bibit yang memiliki ukuran seragam dan tidak cacat
  • Pilih yang memiliki gerakan lincah dalam air
  • Warna tubuh bibit sebaiknya berwarna cerah
  • Panjang tubuh bibit disarankan berukuran 2-4 inchi
  • Pastikan bibit sudah terbiasa mengkonsumsi pelet

5. Cara Penebaran Bibit

Penebaran bibit harus dimulai Ketika kamu memulai usaha budidaya ikan. Berikut ini adalah cara menebar bibit yang tepat :

  • Lakukan saat pagi atau sore, supaya bibit ikan yang tersebar tidak stress karena suhu panas kolam
  • Lakukan aklimatisasi pada bibit yang akan ditebar dengan meletakkan plastik kemasan bibit pada permukaan air
  • Setelah suhu dalam plastik sudah sama dengan suhu kolam, sobeklah plastic agar bibit keluar kolam

6. Pemberian Pakan Ikan Patin

Pakan ikan patin perlu disesuaikan dengan umur serta ikan yang diternak. Berikut panduannya :

  • Saat bibit ikan patin berukuran 2 inchi, kamu bisa memberikan pakan pelet 2 kali sehari
  • Saat ikan mencapai usia 3 bulan, kamu bisa memberikan pakan dengan kadar protein 28% 2 kali sehari
  • Saat ikan sudah berusia lebih dari 3 bulan, kamu bisa memberikan pakan dengan kadae protein 21-24% 2-3 kali sehari.

Dalam pakannya untuk menghasilkan pelet kamu dapat membuat sendiri dengan bantuan mesin pelet. Tak hanya akan memudahkan, melainkan kamu juga jadi bisa tau mengenai bagaimana cara pembuatan dan kualitas dari pelet yang akan kamu sebarkan kepada ikan patinmu.

Untuk menghasilkan pelet yang lebih baik kamu juga dapat menggunakan mesin cetak pelet apung.

 

Potensi Bisnis Budidaya Ikan Patin

Dengan penggunaan teknik budidaya ikan patin yang tepat tentu akan sejalan dengan hasilnya. Terlebih lagi menurut data Kementerian Perikanan dan Kelautan produksi ikan patin secara nasional dari tahun 2017-2018 naik sebanyak 22,25%.  Hal ini tentu merupakan salah satu hal baik dalam budidaya.

Dengan begitu potensi untuk bisnis ikan patin ini tergolong baik dan dapat menjanjikan. Untuk itu maka bagi kamu yang masih ragu untuk membuka bisnis budidaya ikan patin, bisa langsung coba dibuka dengan sebelumnya sudah melakukan searching ataupun cari tau mengenai prospek, cara dan bagaimana melakukannya.

 

Masa Panen Ikan Patin

Untuk masa panennya sendiri, ikan patin panen berkisar antara 6-12 bulan. Hal ini ada agar hasilnya dapat lebih maksimal. Ini juga dapat berkaitan dengan kualitas harga jual serta rate harga yang ditentukan.

 

Penutup

Itu merupakan beberapa pembahasan mengenai cara budidaya ikan patin yang tepat dan dapat kamu terapkan. Yang jelas pada proses budidaya ini akan sangat berpengaruh pada kualitas dari ikan patin yang kamu punya. Semoga bermanfaat!!!

Similar Posts