Cara Mendapatkan SIUP Mikro

Cara Mendapatkan SIUP Mikro

Pengusaha mikro, kecil maupun menengah, memang sangat membutuhkan SIUP. Surat perizinan ini adalah hal penting dan tidak terhalang oleh tempat yang digunakan. Kepemilikan izin tersebut sangat berpengaruh bagi perusahaan, baik itu di desa, kota-kota kecil ataupun besar.

 

Apa Pentingnya SIUP Mikro?

SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) sangat penting untuk dimiliki setiap pengusaha dalam perkembangan bisnisnya. Hal ini dikarenakan sertifikat itu dapat digunakan sebagai alat untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah, serta menjadi patokan data sensus milik pelaku bisnis.

Kepentingan lain dari surat ini adalah sebagai pembuktian resmi milik pelaku usaha. Keresmian itu tentunya digunakan untuk kelanjutan perkembangan bisnis, yang mana perusahaan dengan status ilegal akan mudah sekali untuk disita dan digusur karena melanggar aturan pemerintahan.

Menurut blog informasi hukum justika SIUP Mikro merupakan surat yang diperuntukkan bagi pemilik bisnis dengan kekayaan maksimal sebesar Rp 50 juta. Modal ini adalah kekayaan bersih yang sudah tidak termasuk dalam tanah dan bangunan tempat bisnis dikembangkan.

Cara Mendapatkan SIUP Mikro

Syarat dan Cara Mendapatkan SIUP Mikro

Mengurus SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) tentunya harus melewati beberapa prosedur dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan kevalidan dokumen dan kelayakan bisnis milik pengusaha sebelum melakukan operasi dagang.

1. Syarat Kelengkapan SIUP Mikro

SIUP yang diajukan oleh pemohon, harus memenuhi beberapa kriteria persyaratan khusus. Hal ini nantinya akan digunakan sebagai isi dokumen sertifikat pelegalan bisnis, yang mana memang sudah terbukti bahwa layak dikembangkan. Berikut beberapa syarat yang perlu dipersiapkan:

  • Memiliki Surat Pengantar dari pihak RT/RW (berhubungan dengan lokasi usaha)
  • Fc KTP (Kartu Tanda Penduduk) milik pengusaha, 3 lembar
  • Fc KK (Kartu Keluarga) milik pengusaha, 3 lembar
  • Fc Akta Pendirian Usaha, 3 lembar
  • Fc NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) 3 lembar
  • Fc HO (Izin Gangguan) 3 lembar
  • Neraca perusahaan 3 lembar
  • Gambar dan denah lokasi
  • Materai Rp 6.000, 2 lembar
  • Pas foto 4×6, 2 lembar (berwarna)
  • Mengisi formulir IUMK sesuai data yang dibutuhkan

2. Cara Mendapat SIUP Mikro

Proses mengurus SIUP Mikro harus melalui prosedur yang ditentukan secara urut. Hal ini bertujuan agar pihak pemohon surat lebih mudah dalam melakukan perizinan pada kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat. Berikut beberapa langkah yang perlu dilakukan:

  • Pelaku usaha atau wakil pemohon mendatangi kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan secara langsung
  • Mengambil formulir pendaftaran dan mulai untuk mengisi data yang dibutuhkan
  • Memberi materai Rp 6.000 sebagai penguat
  • Setelah pengisian data selesai, dokumen kemudian di fotocopy menjadi 2 rangkap
  • Melengkapi dokumen dengan persyaratan yang telah disiapkan
  • Menyerahkan dokumen lengkap pada pihak kantor
  • Menunggu pemrosesan dokumen (kurang lebih 2 minggu)
  • Mengambil SIUP yang sudah jadi

Jenis-jenis Usaha yang Tidak Wajib Mengurus SIUP

Berdasarkan perundang-undangan pada Pasal 4 ayat (1) Peraturan Menteri Perdagangan No. 46/M-DAG/PER/9/2009 ada beberapa kriteria khusus dan jenis usaha yang diberi pengecualian dalam membuat SIUP. Adapun contoh-contoh bisnis yang tidak wajib mengurus antara lain:

  • Perusahaan atau Badan Usaha yang berkembang di luar perdagangan
  • Perusahaan yang merupakan kantor cabang atau berstatus perwakilan
  • Perusahaan perdagangan mikro dengan kriteria khusus seperti: usaha perseorangan atau persekutuan, kegiatan bisnis dijalankan serta dikelola oleh pelaku bersama dengan anggota keluarga terdekat, modal kekayaan bersih yang dimiliki kurang dari Rp 50 juta

Demikian penjelasan cara mendapatkan SIUP Mikro yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat. Adanya keterangan tersebut, tentunya menjadikan bisnis lebih mudah dan memiliki status kelayakan yang terjamin pemerintah.